Bercinta karena Allah
February 6, 2010 by Ilham Fatahillah · 4 Comments
KETAHUILAH bahwa bercinta karena Allah adalah bagian dari konsekuensi dan kesempurnaan cinta kepada-Nya, dan bukan yang merusak cinta tersebut. karena konsekuensi dari mencintai Kekasih adalah mencintai apa yang dicintainya dan menyenangi segala hal yang menopang pencapaian keridhaan dan kedekatan dengan-Nya. Di antaranya adalah mencintai para Nabi, orang shalih, dan berbagai amal shalih. Mencintai hal-hal di atas adalah bagian dari kesempurnaan cinta kepada Allah.
Seorang mukmin tak mungkin tidak mencintai apa yang bisa membantunya mencapai ridha Allah dan membawanya kepada cinta dan kedekatan dengan-Nya.
Jika Anda mencintai seseorang karena Allah sebenarnya Anda mencintai Allah. Tiapkali Anda membayangkannya dalam hati Anda, maka sesungguhnya Anda membayangkan apa yang dicintai Allah, lalu Anda mencintainya. Sebagaimana jika Anda mengingat Nabi saw., para Nabi dan Rasul sebelumnya, dan para sahabatnya yang shalih, lalu Anda menggambarkan mereka di hati anda, maka sebenarnya hal itu membawa hati Anda kepada cinta Allah yang dikaruniakan pada mereka manakala Anda mencintai mereka karena Allah. Read more
Buah Cinta (2)
February 6, 2010 by Ilham Fatahillah · Leave a Comment
Nikmat cinta di dunia terlalu kecil dibanding kenikmatan surga di akhirat. Kendati demikian, nikmat cinta tersebut adalah surga dunia, kebahagiaan jiwa, kelezatan ruhani, dan berbagai kesenangannya yang lain. Tidak ada suatu kenikmatan pun di dunia ini yang bisa menyamai dan menandinginya.
Seorang pencinta tak pernah berpisah dengan kegembiraan. Ia mendapatkan kenikmatan dan kelezatan di hatinya melebihi kelezatan apa pun. Barangsiapa yang telah merasakan maqam cinta, pasti bisa menyelami kebenaran ungkapan ini. Read more
Buah Cinta (1)
February 6, 2010 by Ilham Fatahillah · Leave a Comment
1. RINDU BERTEMU ALLAH
Faktor yang membawa rasa rindu adalah cinta, sehingga ada yang mengatakan “karena cintaku padanya, tumbuhlah rindu; karena mencintainya, ingin sekali aku bersua dengannya.”
Cinta adalah benih di hati, sedang rindu adalah salah satu buahnya. Posisi rindu dalam cinta sama dengan posisi lari dari kemarahan dan kebencian. Karena bila benci sesuatu, hati akan pergi menjauh. Bila cinta sesuatu, hati akan berlari menghampiri. Inilah gerak hati menuju Kekasih-nya. Karena kuatnya hubungan rindu dan cinta, satu sama lain saling menggantikan dan melengkapi.
Ringkasnya, hati seorang pencinta selalu dalam perjalanan yang tak kunjung berakhir menuju kekasihnya. Setiap menyelesaikan satu tahap, muncul lagi tahap yang lain. Seperti ilmu yang bila di pahami selalu ada yang baru untuk dipelajari lagi. Maka, kekuatan hubungan pencinta dan Kekasihnya memastikan hatinya tak pernah merasa tenang sebelum sampai pada-Nya. Bila gerak langkahnya tenang dan sedikit penggodanya, maka terpautlah segenaphatinya kepada-Nya dan kuatlah langkahnya menuju Kekasih Tercinta. Read more
Buah Cinta
February 6, 2010 by Ilham Fatahillah · Leave a Comment
1. KELAPANGAN DADA
Rasa cinta mempunyai pengaruh yang sungguh menakjubkan dalam melapangkan dada dan menenangkan jiwa, sesuatu yang hanya dipahami oleh mereka yang memang pernah mengalaminya. Semakin kuat rasa cinta, semakin lapang dada dan jiwanya. Hati dan jiwa mereka akan sempit bila melihat maksiat.
Allah berfirmn:
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk ditujuki-Nya, niscaya Dia melapangkan dadanya (untuk memeluk) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit” (al-An’am [6]: 125).
Lantas nikmat apa lagi yang lebih baik dari hati yang lapang, dan azab apa lagi yang lebih berat dari dada yang sempit?
Seorang pencinta Allah adalah manusia yang paling tenang, paling riang dan paling lapang hidupnya. Ia mendapatkan sorga dunia sebelumsorga di akhirat. Read more

















